Minggu, 11 Maret 2012

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA ISOLASI SOSIAL


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Perubahan-perubahan sosial yang serba cepat (rapid social cange) sebagai konsekuensi modernisasi. Industrialisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempengaruhi nilai-nilai moral etika dan gaya hidup (value sistem and way of laife). Tidak semua orang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut diatas yang pada gilirannya yang bersangkutan dapat jatuh sakit, atau mengalami gangguan penyesuaian diri (adjustment disorder).
Perubahan-perubahan tat nilai kehidupan yang seringkali juga disebut perubahan-perubahan psikososial antara lain dapat dilihat dari hal-hal yang berikut ini, yaitu :
1.                            Pola hidup mayarakat dari yang semula sosial religius cenderung kearah pola kehidupan masyarakat individual, materialistis dan sekuler.
2.                            Pola hidup sederhana dan produktif cenderung kearah pola hidup mewah dan konsumtif.
3.                            Struktur keluarga yang semula keluarga besar (extended family) cenderung kearah keluarga inti (nuclear family), bahkan sampai pada keluarga tunggal (single parent family).
4.                            Ambisi karier dan materi yang sebelumnya menganut azas-azas hukum dan moral serta etika, cenderung berpola tujuan menghalalkan segala cara ; misalnya dengan melakukan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Dari jaman purbakala sebenarnya sudah terdapat tanda-tanda yang menunjukan bahwa manusia telah mengenal tentang gejala-gejala gangguan jiwa. Sejak saat pembuahan, seorang manusia merupakan satu kesatuan badan dan jiwa yang tidak dapat dipisahkan. Bila terganggu maka akan bereaksi adalah manusia secara keseluruhan, bukan hanya badannya atau jiwanya saja. Jadi dapat di katakan bahwa badan dan jiwa bukanlah kesatuan yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan merupakan aspek-aspek manusia yang digambarkan untuk memudahkan komunikasi.
1.2  Tujuan Penulisan
            Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untukmemnuhi salah satu tugas mata kuliah jiwa 1 dan untuk mengidentifikasi gejala-gejala dari gangguan jiwa pada pasien harga diri rendah dan untuk mengintervensi proses keperawatan yang seharusnya dilakukan pada klien gangguan jiwa.

1.3  Metoda Penulisan
Metoda penulisan dari makalah ini yaitu dengan mengambil literatur kepustakaan yang ada kaitannya dengan klien gangguan jiwa khususnya harga diri rendah (HDR).
  
1.4  Sistematika penulisan
Bab I   Pendahuluan yang terdiri dari:
Latar belakang ,Tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulis an.

Bab II  Tinjauan teoritis yang meliputi :
2.1 Definisi, Gangguan Harga Diri Rendah, Karakteristik Prilaku, Masalah Kepeawatan Yang Mungkin Timbul, Tujuan Keperawatan.
2.2 Sebab-Sebab Gangguan Jiwa

Bab III            Study Kasus
Daftar Pustaka



BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1  Harga Diri Rendah (HDR)
a.       Definisi
Keperawatan adalah proses interpersonal yang berupaya untuk meningkatkan dan mempertahankan prilaku yang mengkontribusi pada fungsi yang terintegrasi. Pasien atau sistem klien dapat berupa individu, keluarga, kelompok, organisasi atau komunitas. ANA (American Nurses Association) mendefinisikan keperawatan mental dan psikiatrik sebagai : “Suatu bidang spesialisasi praktik keperawatan yang menerapkan teori prilaku manusia sebagai ilmunya dan penggunaan diri sendiri secara terapeutik sebagai kiatnya”.
Gangguan harga diri sendiri sebagi evaluasi diri dan perasaan-prasaan tentang diri atau kemampuan diri negatif, yang dapat di eksperikan secara langsung maupun tidak langsung.
Klien gangguan jiwa kronis mempunyai harga diri yang rendah khususnya dalam hal identitas dan prilaku. Klien menganggap dirinya tidak mampu untuk mengatasi kekurangnnya, tidak ingin melakukan sesuatu untuk menghindari kegagalan (takut gagal) dan tidak berani mencapai sukses.
Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh prilaku sesuai dengan ideal diri. Pencapaian ideal diri/cita-cita/harapan langsung menghasilkan perasaan berharga. Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri, hilang kepercayaan diri, merasa gagl mencapai keinginan.

b.      Gangguan Harga Diri Rendah
Gangguan harga diri yang disebut dengan harga diri rendah dapat terjadi secara :
1)      Situasional, yaitu terjadinya trauma yang tiba-tiba, misalnya harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubungan kerja, perasaan malu karena sesuatu terjadi(korban perkosaan, dituduh KKN, dipenjara dan lain-lain).
Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena :
o   Privacy yang kurang diperhatikan, misalnya : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis, pemasangan kateter, pemeriksaan perineal).
o   Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/sakit/penyakit.
o   Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya : berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan, berbagai tindakan tanpa persetujuan.
2)      Kronik, yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama, yaitu sebelum sakit/dirawat. Klien ini mempunyai cara berpikir yang negatif. Kejadian sakit daan dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya.

c.       Karakteristik Prilaku
1.      Perasaan negatif terhadap diri sendiri
2.      Menyatakan diri tidak berharga, tidak berguna dan tidak mampu
3.      Mengatakan hal-hal negatif terhadap keadaan
4.      Mengeluh tidak mampu melakukan peran dan fungsi sebagaimana mestinya
5.      Menarik diri dari kehidupan sosial
6.      Kritik terhadap diri sendiri dan/atau orang lain
7.      Pembicaraan kacau
8.      Mempersepsikan adanya ketegangan peran
9.      Mudah tersinggung/mudah marah
10.  Produktifitas menurun
11.  Pandangan hidup yang ekstrim
12.  Penolakan terhadap diri sendiri
13.  Menarik diri dari relitas
14.  Mengatakan pesimis dalam menghadapi kehidupan
15.  Merasa diri tidak adekuat
16.  Keluhan fisik
17.  Penyalahgunaan zat

d.      Masalah Keperawatan Yang Mungkin Timbul
1.      Isolasi sosial
2.      Distress spiritual
3.      Perubahan proses berfikir ; curiga
4.      Perubahan interaksi sosial : menarik diri
5.      Potensial amuk
6.      Perubahan pola seksualitas ; menurunnya gairah seksual
7.      Gangguan harga diri ; harga diri rendah situasional/atau kronik
8.      Keputusaan
9.      Isolasi sosial ; menarik diri
10.  Risiko prilaku kekerasan

e.       Tujuan Keperawatan
1.      Pasien mampu melakukan interaksi dengan lingkungannya
2.      Pasien tidak mengalami ditress
3.      Pasien tidak memperlihatkan perasaan curiga terhadap lingkungannya
4.      Pasien mampu melakukan hubungan interpersonal yang baik
5.      Pasien mampu mengontrol prilaku marah
6.      Pasien mampu mengembalikan gairah seksualnya
7.      Pasien tidak lagi putus ada
8.      Pasien tidak melakukan prilakukekrasan

2.2  Sebab-Sebab Gangguan Jiwa
Tidak seperti pada penyakit jasmaniah, sebab-sebab gangguan jiwa adalah komplek. Pada seseorang dapat terjadi penyebab satu atau bebrapa faktor dan bisanya berdiri sendiri.
Mengetahui sebab-sebab gangguan jiwa penting untuk mencegah dan mengobatinya, umumnya sebab-sebab gangguan jiwa dibedakan atas :
1.      Sebab-sebab jasmaniah (Biologis)
a.       Keturunan
b.      Konstitusi
-          Jasmaniah
-          Temperamen
-          Penyakit dan cedera tubuh

2.      Sebab-sebab kejiwaan/psikologis
Bermacam pengalaman, frustasi, kegagalan dan keberhasilan yang dialami akan mewarnai sikap, kebiasaan dan sifat-sifatnya di kemudian hari.

3.      Sebab-sebab budaya/kultural
Kebudayaan secara tehnis adalah ide atau tingkah laku yang dapat di lihat maupun tidak dapat terlihat. Faktor budaya menentukan “warna” gejala-gejala, disamping mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian seseorang misalnya melalui aturan-aturan, kebiasaan yang berlaku dalam kebudayaan itu.
Bebrapa faktor-faktor lebudayaan tersebut :
a.       Cara-cara membesarkan anak
Cara-cara membesarkan anak yang kaku dan otoriter, hubungan orang tua®anak menjadi kaku dan tidak hangat. Anak-anak setelah dewasa mungkin bersifat sangat agresif atau pendiam dan tidak suka bergaul atau justru menjadi penurut yang berlebihan.
b.      Sistem Nilai
Perbedaan sistem nilai moral dan etika antara kebudayaan satu dengan yang lain : antara masa lalu dengan sekarang sering menimbuklan masalah-masalah kejiwaan.
c.       Kepincangan antara keinginan dengan kenyataan yang ada
Iklan-iklan di radio, televisi, surat kabar, film dan lain-lain menimbulkan nayangan-bayangan yang menyilaukan tentang kehidupan modern yang mungkin jauh dari kenyataan hidup sehari-hari.
d.      Ketegangan akibat faktor ekonomi dan kemajuan teknologi
Dalam masyarakat modern kebutuhan makin meningkat dan persaingan makin meningkat dan makin ketat untuk meningkatkan ekonomi.
e.       Perpindahan-perpindahan kesatuan keluarga
Khusus untuk anak-anak yang sedang berkembang, kepribadiannya,perubahan-perubahan lingkungan, (kebudayaan dan pergaulan), hal ini cukup mengganggu.
f.       Masalah golongan minoritas
Tekanan-tekanan perasaan yang dialami golongan ini dari lingkungan dapat mengakibatkan rasa pemberontakan yang selanjutnya akan tampil dalam bentuk sikap acuh atau melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan orang banyak.



BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.A
DENGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN : SKIZOID
 DI RUANG MERPATI RSJ CISARUA-CIMAHI


I.       Pengkajian
A.    Identitas Klien
Nama                           : Tn. A
Jenis Kelamin              : Laki-lakii
Umur                           : 17 tahun
Agama                         : Islam
Pendidikan                  : SMU
Pekerjaan                     : Pelajar
Status                          : Belum nikah
Alamat                                    : Desa Rancabango blok D.13
Tanggal Masuk            : 05 Mei 2009
Tanggal Pengkajian     : 10 Juni 2009
No.RM                        : 010203
Diagnosa Medis          : Skizoid

B.     Identitas Penggung Jawab
Nama                           : Tn. B
Umur                           : 52 tahun
Jenis Kelamin              : Laki-laki
Pekerjaan                     : Wiraswasta
Alamat                                    : Desa Rancabango blok D.13
Hubungan dgn klien   : Ayah kandung

II.    Alasan Masuk
Menurut penuturan klien. Klien mengatakan bahwa klien dibawa ke RSJ Cimahi ± 3minggu yang lalu oleh keluarganya dengan keluhan klien suka berdiam diri, sering melamun dan klien suka berbicara sendiri. Setelah dibawa ke RSJ oleh dokter klien dinyatakan harus dirawat. Pada saat 19 April 2005 klien tampak suka menyediri dari orang lain. Klien tampak kurang bergairah dan tidak terlihat ekspresi, marah atau bahagia. Kontak mata kurang, klien tampak mempertahankan jarak.
Masalah keperawatan : Skizoid.

III. Faktor Prediposisi
Sebelumnya klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

Menurut penuturan klien sejak usia 7 tahun klien sering mengalami penganiayaan fisik dan psikologis dari orang tuanya. Persitiwa tersebut terjadi sejak klien mulai masuk SD kelas 3. Prestasi klien di sekolah yang selalu menurun dan sering dimarahi oleh gurunya karena nakal,hingga klien harus tinggal kelas
Masalah keperawatan : Penganiayaan fisik dan Psikologis.

IV. Pemeriksaan Fisik
Tekanan Darah            : 120/80 MmHg
Respirasi                      : 20 x/menit
Nadi                            : 90 x/menit
Suhu                            : 36°c

V.    Psikososial
a.       Genogram


 













Keterangan :


 

                                    Laki-laki

                        Perempuan

                                    Klien

                                    Pernikahan

                        Tinggal Serumah

Penjelasan :
-          Klien adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara
-          Klien tinggal satu rumah dengan kedua orang tuanya beserta adik dan kaknya
-          Orang yang paling dekat dengan klien adalah kakak kandungnya.

b.      Konsep diri
1.      Citra tubuh
Pada saat dikaji klien memangatakan menyukai semua bagian tubuhnya.
2.      Identitas diri
Pada saat dikaji klien mengatakan dirinya adalah seorang laki-laki.
3.      Peran.
      Klien mengatakan bahwa dirinya berperan sebagai anak dari ke-2 orang tuanya dan adik sekaligus kakak dari saudara kandungnya.
4.      Ideal diri
Pada saat dikaji klien mengatakan sudah sembuh dan ingin pulang di jemput orang tuanya dan keluarganya yang lain
5.      Harga diri
Pada saat dikaji klien mengatakan tidak ada yang salah pada dirinya.
Masalah keperawatan : Gangguan Kepribadian Skizoid.

c.       Hubungan sosial
Pada saat dikaji klien mengatakan tidak mau bergaul dengan teman-teman sekamarnya karena klien merasa tidak nyaman.Klien lebih senabg menyendiri.
Masalah keperawatan : Gangguan Kepribadian Skizoid

d.      Spiritual
1.      Nilai dan keyakinan
Klien beragama Islam klien mengatakan percaya adanya Allah SWT
2.      Kegiatan ibadah
Klien tahu shalat dalam sehari itu ada berapa kali dan berapa rakaat dan klien suka melakukannya
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

VI.       Status Mental

a.       Penampilan
Pada saat dikaji klien terlihat rapih, dapat menggunakan pakaian dengan baik tanpa bantuan orang lain

b.      Pembicaraan
Dalam pembicaraan klien terputus-putus dan tampak ketakutan
Masalah  keperawatan : Gangguan komunikai verbal

c.       Akhuitas motorik
Pada saat dikaji klien kelihatan lemas, duduk diam di tempat tidur dan tampak kurang bergairah
Masalah keperawatan : Intoleransi aktifitas motorik

d.      Alam perasaan
Pada saat dikaji ekspresi wajah Tidak tampak sedih, padahal klien mengatakan ingin segera pulang dan berkumpul dengan kedua orang tuanya dan kakak serta adiknya
Masalah keperawatan : Gangguan kepribadian Skizoid.

e.       Apek
Klien memiliki apek yang datar ketika ada stimulus yang menyenangkan ataupun menyedihkan.
Masalah keperawatan : Gangguan kepribadian Skizoid

f.       Interaksi selama wawancara
Pada saat dikaji, kontak mata kurang
Masalah keperawatan : Gangguan komunikasi verbal

g.      Persepsi
Klien mengatakan tidak pernah mendengar suara-suara dan bayangan-bayangan yang tak berwujud
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

h.      Proses fikir
Klien mengalami gangguan proses pikir Sirkumstansial, terbukti dari pembicaraan klien yang berbelit-belit sampai pada tujuan/sasaran
Masalah keperawatan : gangguan proses pikir Sirkumstansial

i.        Isi pikir
Pada saat melakukan pertemuan dengan klien ditemukan bahwa klien malu apabila ketemu dengan orang lain

j.        Tingkat kesadaran
1.      Orientasi waktu
Klien bisa menyebutkan hari ini (Jum’at), besok dan kemarin
2.      Orientasi tempat
Klien bisa menyebutkan bahwa ia sedang berada di RSJ dan sedang dirawat
3.      Orientasi orang
Klien bisa menyebutkan nama anggota keluarganya seperti nama Ibu, kakak dan adiknya

k.      Memory
Pada saat dikaji klien bisa menceritakan kembali peristiwa yang menimpa pada dirinya, baik yang telah terjadi 1 bulan, seminggu yang lalu, serta kejadian saat ini.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

l.        Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pada saat dikaji klien dapat menjawab hitungan sederhana (Misalnya 4,6 dan lain-lain) dan dapat menyebutkan kembali siapa saja yang berkenalan dengannya
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

m.    Kemampuan penilaian
Klien dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemampuan klien baik, terbukti klien dapat menilai dan membedakan warna baju antara klien dengan perawat
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

n.      Daya tilik diri
Klien menyadari dirinya berada di RSJ Cimahi dan klien mengaku dirinya sedang sakit dan memerlukan perawatan “tapi dalam hubungan sosial klien merasa sudah sembu”
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

VII.    Kebutuhan Persiapan Pulang

a.       Nutrisi
1.      Makan
Frekuensi makan klien 3 x/hari, sebelum makan berdo’a dahulu, porsi makan habis, makan memakai sendok dan tidak lupa cuci tangan dulu, lalu berdo’a sesudah makan
2.      Minum
Setelah makan klien mampu menyuapkan minum memakai gelas tanpa bantuan orang lain dan dapat membersihkan alat makan yang sudah diapakai

b.      Eliminasi
BAK/BAB
Klien mampu BAK/BAB secara mandiri, di WC kemudian setelah selesai dibersihkan sendiri dan klien mampu merapihkan pakaiannya kembali

c.       Personal hygiene
Klien dapat menjaga kebersihan dirinya seperti klien mandi 2 x/hari, memakai sabun, gosok gigi memakai pasta gigi, klien mandi sendiri tanpa bantuan orang lain

d.      Berpakaian
Pakaian klien bersih dan rapih, klien dapat menggunakan pakaian tanpa bantuan dari orang lain

e.       Istirahat dan tidur
Klien mengatakan tidak punya masalah dalam istirqahat tidur dan klien mengatakan tidurnya nyenyak dan merasa segar bila bangun tidur, setelah bangun tidur bisa merapihkan tempat tidur dan kemudian mandi

f.       Penggunaan obat
Klien tidak pernah menggunakan obat-obatan terlarang hanya mampu minum obat sendiri dari dokter.

g.      Pemeliharaan kesehatan
Klien mengatakan bahwa setelah pulang ia akan melakukan perawatan lanjutan. Kebagian rawat jalan RSJ Cimahi

h.      Aktifitas didalam rumah
Klien mengatakan setelah klien pulang ke rumah klien akan melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik.
i.        Aktifitas diluar rumah
 Klien mengatakan akan melaksanakan apa yang di perintahkan orang tuanya dengan baik.

VIII.  Aspek Medis

Diagnosa medik             : Skizoid.
Therapy medis                : Stelazine 5 mg 3 x 1 tablet
                                         Tryhexsipindile (THD) 2 mg 3 x 1 tablet
                                         CP2 (Clopamizine) 100 mg 1 x 1 tablet

IX.       Daftar Maslaah

1.      Gangguan Kepribadian Skizoid.
X. ANALISA DATA
No
Data

1
DS :
-      Klien mengatakan malu pada kakak, adiknya teman-temannya karena ada di RSJ ini
DO :
-      Klien tampak menghindar dari orang lain
-      Klien tampak kurang bergairah
-      Klien terlihat jarang berkomunikasi dengan orang lain
Gangguan konsep diri (HDR)
2
DS :
-       Klien menyatakan tidak mau bergaul dengan teman-teman sekamarnya karena ia merasa dirinya sudah sembuh
-        
DO :
-      Klien tampak tampak lebih sering menyendiri ditempat tidurnya
-      Klien lebih banyak tidur siang

Gangguan Isolasi sosial (MD)
3
DS :
-      Klien mengatakan ingin segera pulang dan berkumpul dengan kedua orang tuanya, kakak dan adiknya
DO :
-      Ekpresi wajah klien tampak sedih
-      Klien sering melamun

Gangguan alam perasaan sedih
4
DS :
-      Klien mengatakan badannya terasa lemas
DO :
-      Klien tampak duduk ditempat tidur
-      Klien tampak diam
-      Klien tampak kurang bergairah
Intolersansi aktifitas motorik
5.
DS :
-      Klien mengatakan lebih suka diam daripada mengobrol
DO :
-      Klien jarang berkomunikasi dengan temannya
-      Klien lebih banyak diam
Kerusakan komunikasi verbal

XI. Pohon Masalah

Gangguan isolasi sosial : MD              Akibat

           
                        Gangguan konsep diri, (HDR)            Core problem



     Berduka disfungsi oral                   Penyebab

  • Prioritas masalah ® gangguan isolasi sosial : MD s/d harga diri rendah

PROSES KEPERAWATAN

Nama                       : Nn. N
No. CM                    : 002864
No.
DIAGNOSA
P E R E N C A N A A N


KEPERAWATAN
TUJUAN
KRITERIA HASIL
INTERVENSI
RASIONALISASI
IMPLEMENTASI
EVALUASI
1
2
3
4
5

6
7
1
Gangguah isolasi sosial sehubungan dengan rendah diri yang ditandai dengan
DS :
-      Klien mengatakan tidak mau bergaul dngan teman sekamarnya karena ia merasa sudah sembuh
DO :
-      Klien tampak sering menyendiri di tempat tidur
-      Klien lebih banyak diam
-      Klien tampak banyak tidur siang
Tujuan umum
o  Klien mampu membina hubungan dengan orang lain
Tujuan khusus
o  Klien dapat membina hubungan saling percaya










o  Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimilki
o   





o Dalam 2 x pertemuan klien mau meneirma kehadiran perawat berjabat tangan/bersalaman
o Klien mau menyebut kan nama, mau menjawab salam
o Klien  mau mengutarakan perasaannya walaupun sedikit





Membina hubungan saling percaya
o  Salam terapeutik
o  Perkenalkan diri dengan sopan
o  Tanyakan nam lengkap
o  Tanyakan nama panggilan yang disukainya
o  Jelaskan tujuan pertemuan
o  Buat kontrak
o  Dengarkan ungkapan klien





Dengan terbinanya hubungan saling percaya merupakan langkah utama untuk melakukan terapeutik





Membina hubungan saling percaya :
o  Salam terapeutik
”Assalamualaikum, selamat siang nona”
o  Perkenalkan nama saya neng ayun, panggil saja ayun saya salah satu mahasiswa AKPERPEMDA GARUT
o  Boleh saya tahu nama nona siapa ? biasa dipanggil apa ?
o  Menyebutkan tujuan : saya kesini untuk membantu nona dalaam memcahkan masalah
o  Membuat kontrak : saya dinas diruangan ini selama 2 minggu dari jam 07.00-14.00
o  Mendengarkan ungkapan klien bahwa klien tidak mau bergaul dengan teman-teman sekiamarnya karena ia merasa sudah sembuh





S : Klien mengatakan tentang dirinya, klien mengatakan namanya Novi dan klien mengungkapkan masalaah yang dihadapinya
O : - Klien menjawab salam
-      klien mau berjabat tangan
A : hubungan saling percaya sudah terbina
P : lanjutkan tujuan khusu ke II


o  Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan sapke negatif yang dimiliki
Setlah 2 x pertemuan klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
o Aspek intelektual
o Aspek sosial budaya
o  Diskusikan kemampuan dan aspek yang dimilki
o  Setiap bertemu dengan klien hindarkan penilaian
o  Utamakan pujian/pemberian pujian yang ralistis
o  Dengan diketahuinya kemampuan dan aspek yang dimiliki klien akan lebih percaya diri
o  Dengan menghindarkan penilaian negatif diharapkan klien merasa punya kemampuan yang lebih
o  Dengan memberikan pujian klien merasa benar-benar dihargai dan klien akan merasa diperhatikan
o  Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimilki  “kehiatan apa saja yang Nn. N lakukan untuk mengisi waktu luang ?
o  Menghindarkan penilaian negatif
o  Memberikan pujian yang realistis  “ oh ternyata Nn. Novi pintar menyanyi, dan itu bisa dikembangkan lagi karena nona mempunyai suara yang sangat bagus
S : klien mengatakan bisa menyulam dan menyanyi
O : diruang rehabilitasi klien tampak menyanyi
A : klien dapat mengidentifikasi aspek yang dimilikinya
P : lanjutkan Tuk selanjutnya


o  Klien dapat melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi sakit dan kemampuannya
o  Setelah 4 x pertemuan klien dapat membuat rencana kegitan harian
o  Rencanakan bersama klien aktifitas yang dapat dilakukannya setiap hari sesuai dengan kemampuannya
o  Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien
o  Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan
o  Dengan menyusun rencana aktifitas sehari-hari dihapakan klien dapat mengatur waktu dengan baik
o  Dengan meningkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien diharapkan klien tidak merasa jenuh
o  Dengan memberikan contoh klien tidak bingung lagi untuk beraktifitas
o  Merencanakan aktifitas sehari-hari “Ibu coba ceriatakan kegiatan apa saja yang dapat ibu lakukan setiap hari ?”
o  Meningkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuan klien “Bagaimana kalau ibu jalan-jalan keluar agar tidak jenuh disini, sambil berolahraga
o  Memberikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan “bagaimana kalau hari ini kita lakukan menyulam sambil ngobrol tentang maslaah ibu ?”
S : Klien mengatakan setuju dengan rencana yang dibuat
O : klien mulai melakukan kegiatan menyulam
A : klien dapat mealkuakn kegiatan menyulam sesuai dengan kondisi sakitnya
P : lanjutkan ke Tuk selanjutnya


o  Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada
o  Setelah 5 x pertemuan klien dapat memanfaatkan sistem pendukung
o  Beri penkes pada keluarga tentang cara merawat klien dengan HDR
o  Bantu keluarga memberi dukungan selama klien diraat
o  Dengan memberikan penkes pada keluarga diharapkan keluarga dapat merawat klien dirumah denagan baik
o  Dengan membantu klien untuk membina/memberi dukungan pada klien diharapkan klien akan merasa diperhatikan dan mendapat dikungan baik dari keluarga ataupun dari perawat
o  Keluarga aklien menjenguk tapi tidak bertemu jadi untuk TUK 4 tidak dapat dilaksanakan 
S : Klien mengatakan keluarganya datang menjenguk tapi tidak ketemu
O : Keluarganya datang tapi tidak bertemu klien
A : Tujuan belum tercapai
P :


o  Klien dapat menggunakan obat dengan benar sesuai dprogram pengobatan
o  Klien dapat menyebutkan obat-obatan yang diminum dan kegunaannya serta efek samping yang mungkin timbul
o  Jelaskan jenis obat yang diminum oleh klien, kegunaan serta efek sampingnya


o  Sidkusikan kerugiannya jika berhenti minum obat





o  Jelaskan pinsip-prinsip minum obat
o  Dengan menjelaskan jenis obat yang diminum lie diharapkan klien dapat memahami dan mengetahui obat apa yang diminumnya

o  Dengan menjelaskan kerugian jika berhenti minum obat diharapkan klien terus meminum obatnya selama masih dianjurkan


o  Dengan menjelaskan prinsip-prinsip minum obat yang benar diharapkan klien tidsak salah dalam penggunaan obat
o  Menjelaskan janis obat yang diminumnya
“Bu, coba ibu lihat obat yang putih namanya trihexsipinidle supaya ibu tidak gemetaran, dosinya 2 mg 3 x sehari 1 tablet dan kalau dimkinum bisa membuat mulut ibu kering, pusing mual dan susah kencing, kalu yang oranye namanya omazine dosisnya 100 mg, 1 x sehari 1 tablet gunanya supaya tidak muntah dan bisa tidur dengan nyenyak, yang satu lagi warna biru namanya stelazine dosisinya 5 mg 3 x sehari 1 tablet gunanya agar ibu tisdak gelisah, tidak bingung dan tidak cemas”
o  Menjelaskna kepada klien bahwa jika ibu berhenti minum obat maka akan menghambat proses penyembuhan ibu sendiri,
o  Menjelaskan prinsip-prinsip benar minum obat
“Bu minum obat yang benar itu adalah benar dosisnya, waktunya, nama obatnya cara meminumnya supaya tidak terjadi kesalahan/ penyalah gunaan.”


 

 DAFTAR PUSTAKA



-          Keliat, Budi Ana. Skp. Msc. Peran Serta Keluarga dalam Perawatan Klien Gangguan Jiwa. Jakarta. EGC. 1992
-          Prof. Dr.dr. H. Hawari, Dadang, Psikiater. Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta. FKUI. 2001.
-          Townsend, Mary C. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawaatn Psikitri Pedoman Untuk Pembuatan Rencana Keperawatan. Jakarta.EGC. 1998.
-          Standar Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa Edisi Pertama. Rumah Sakit Jiwa Pusat. Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar